Apakah saya orang baik? Tergantung kamu menilai saat saya membantu kamu, atau saat saya tidak bisa membantu kamu. Baik atau buruk tidak eksis, itu hanya persepsi, dan saya sama sekali tidak pernah memikirkan pendapat kamu. You live with your fantasy. I'll live with mine.Juli 2026Probably fact, sedang di konfirmasi kepada dr Novia Anggraini
KonteksDiucapkan secara spontan saat sesi brainstorming, tiba-tiba menjawab pertanyaan seorang rekan.
Kalimat ini terdengar dingin di permukaan, tetapi sebenarnya adalah penolakan terhadap citra diri yang dipoles.
Dr. Ferdi tidak berusaha meyakinkan siapa pun bahwa ia orang baik. Ia bahkan menolak premis bahwa "baik" dan "buruk" adalah kategori tetap yang melekat pada seseorang.
Baca refleksi penuh
Baginya, penilaian "baik" atau "buruk" sangat bergantung pada posisi orang yang menilai—apakah mereka sedang dibantu, atau sedang tidak bisa dibantu. Penilaian itu bukan tentang dirinya, melainkan tentang pengalaman orang lain terhadapnya pada momen tertentu.
Ini sejalan dengan pola pikirnya di tempat lain: ia tidak hidup untuk membangun citra, dan tidak mengukur dirinya dari pengakuan orang lain.
"Saya sama sekali tidak pernah memikirkan pendapat kamu" bukan pernyataan sombong, melainkan batas yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri: opini orang lain tidak boleh menjadi kompas moralnya.
"You live with your fantasy. I'll live with mine" menutup kalimat ini dengan pengakuan bahwa setiap orang membangun realitasnya sendiri tentang siapa dirinya—dan ia tidak merasa perlu memenangkan pertarungan persepsi itu.
Kalimat ini terasa keras, tetapi di baliknya ada kebebasan: seseorang yang berhenti mencari validasi eksternal punya lebih banyak ruang untuk fokus pada apa yang benar-benar penting baginya.


